BERITA BOLA

Arsenal Memiliki 4 Pengalaman Pahit Saat Ingin Juara

Arsenal Memiliki 4 Pengalaman Pahit Saat Ingin Juara

Jamgoal.com –  Arsenal memiliki 4 Pengalaman pahit saat ingin juara

Arsenal dalam bahaya, bahkan sudah saatnya menyalakan lampu merah. The Gunners bisa gagal memenangkan perburuan gelar Premier League 2022/2023, menyusul hasil negatif yang mereka tuai dalam beberapa laga terakhir.

Saat bertandang ke London Stadium beberapa waktu lalu, Meriam London hanya mampu membawa pulang sebiji poin. Sempat unggul 2-0 saat laga baru berjalan 10 menit, pasukan Mikel Arteta akhirnya gigit jari.

Latarnya tak lain, tuan rumah mampu menyamakan skor menjadi 2-2 via gol balasan Said Benrahma pada menit ke-37 dan Jarrod Bowen pada menit ke-54. Pengalaman di markas West Ham terulang lagi ketika bersua Southampton. Arsenal Memiliki 4 Pengalaman Pahit Saat Ingin Juara.

Butuh Spirit

Kali ini, Arsenal harus menerima satu poin setelah skor akhir 3-3. Pada saat Arsenal ‘mendem’, pesaing terdekat armada Mikel Arteta, Manchester City, justru suskes meraup tiga angka. Menjamu Leicester City di Etihad Stadium, mesin perang Pep Guardiola menang telak 3-1.

Pekan lalu, Gudang Peluru juga bermain imbang 2-2 kontra Liverpool di Anfield. Sebaliknya, City melumat Southampton 4-1. Hasil tersebut membuat Arsenal ketar-ketir. Soalnya, City yang berada di posisi kedua klasemen sementara kini hanya terpaut lima angka.

Persaingan Ketat

Saat ini Arsenal mengoleksi 75 poin, disusul Man City dengan 70 angka. Namun, Man City punya peluang menyalip Arsenal karena masih punya 2 tabungan pertandingan. Artinya, andai Manchester Biru bisa memaksimalkan kans tersebut, poin mereka ada di angka 76. Wow!

Di pentas sesengit Premier League, tak jarang tim-tim yang lebih dulu leading dan diprediksi bakal juara malah mengelus dada di akhir musim. Mau bukti? Lahap deh informasinya di bawah ini, seperti dilansir Planetfootbal

Arsenal (2007/2008) – 5 poin

Pada 2007/2008, Arsenal paling meyakinkan guna memenangkan gelar. Tim besutan Arsene Wenger hanya kehilangan satu dari 26 pertandingan pertama mereka dan tampaknya membangun kekuatan yang nyata di bulan Februari.

Meriam London memiliki keunggulan lima poin di puncak klasemen sementara. Hal itu terjadi setelah memenangkan empat pertandingan berturut-turut dan terus berlari di mana mereka mengambil 26 poin dari 30 pertandingan terakhir yang tersedia.

Sayangnya, dalam lawatan ke kandang Birmingham City, St. Andrew’s, Arsenal hanya bisa bermain sama kuat 2-2. Arsenal juga kehilangan poin dalam enam dari tujuh pertandingan. Seharusnya mereka bisa bangkit kala melawan Birmingham City.

Norwich City (1992/1993) – 8 poin

Juara bertahan Leeds United tidak menang tandang sepanjang musim dan finis dengan keunggulan dua poin dari zona degradasi. Arsenal dan Chelsea masing-masing berada di urutan ke-10 dan ke-11.

Aston Villa finis di posisi kedua, sementara Norwich City, Blackburn Rovers, dan Queens Park Rangers masuk lima besar. Pada musim ini, Sir Alex Ferguson memimpin Manchester United meraih gelar liga pertama mereka sejak 1967.

Norwich City sendiri harus puas di posisi ketiga. Padahal, mereka sempat memimpin sebelum akhirnya dikebut Setan Merah.

Arsenal (2002/2003) – 8 poin

Arsene Wenger tidak pernah membawa Arsenal meraih gelar liga berturut-turut. Tapi, mereka tampaknya berpeluang mempertahankan gelar mereka pada musim 2002/2003.

Pada bulan Maret, Arsenal membangun keunggulan delapan poin atas Manchester United. Namun, memasuki musim semi, sang juara bertahan berantakan. Mereka hanya mampu meraih empat kemenangan dari sembilan laga terakhir.

Kekalahan 2-3 dari tim lemah, Leeds United, benar-benar fatal. Sementara itu, MU sukses memenangkan 15 dari 18 pertandingan dan tampil sebagai kampiun. Arsenal harus puas finis di posisi kedua.

Manchester United (2011/2012) – 8 poin

Manchester United bangkit dengan baik dari kekalahan telak 1-6 di kandang Manchester City pada Oktober 2011. Sepanjang musim dingin, Setan Merah memenangkan 20 dari 24 pertandingan untuk membuka keunggulan delapan poin dari City yang saat itu diarsiteki Roberto Mancini.

Kekalahan mengejutkan 0-1 dari Wigan Athletic pada bulan April membuat tim binaan Sir Alex Ferguson dalam bahaya. Bukannya bangkit dari keterpurukan, MU kembali kehilangan poin dalam dua laga berikutnya.

Sementara itu, City mengangkat trofi setelah memenangkan enam pertandingan terakhir mereka. Laga itu termasuk kemenangan 1-0 atas United di Etihad dan comeback gila-gilaan melawan QPR di hari terakhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *